Twitter Kini Hapus Tweet Dengan Konten Kasar Secara Otomatis

Teletech – Twitter telah menghapus hampir 50 persen tweet yang berisi konten kasar secara otomatis.

Twitter mendefinisikan konten kasar sebagai postingan yang mengandung pelecehan, intimidasi, atau membungkam suara orang lain.

“Kami juga terus membuat kemajuan dalam kesehatan, meningkatkan kemampuan kami untuk secara proaktif mengidentifikasi dan menghapus konten yang kasar, dengan lebih dari 50 persen Tweet dihapus untuk konten yang kasar di Q3 dihapus tanpa laporan pengamat atau orang pertama,” ujar Jack Dorsey, CEO Twitter, dilansir dari laman Digital Trends.

Venture Beat, sebelumnya mencatat bahwa Twitter telah menghapus 38 persen konten kasar secara proaktif pada kuartal pertama (Q1) tahun ini dan 43 persen pada kuartal kedua (Q2).

Pada 2017, Twitter telah melarang dan menghapus akun yang berafiliasi dengan organisasi yang mempromosikan kekerasan, serta menghapus tweet yang mengagungkan kekerasan dan secara permanen menangguhkan pengguna yang terus melanggar kebijakan.

Pada September 2018, Twitter meminta masukan kepada kepada pengguna tentang kebijakan perilaku kebencian. Menurut blog resmi Twitter, perusahaan menerima lebih dari 8.000 tanggapan.

Beberapa masukan meminta bahasa yang lebih jelas tentang contoh-contoh pelanggaran, mempersempit apa yang dianggap sebagai kelompok kebencian, dan memiliki penegakan yang lebih konsisten untuk pidato kebencian di akhir Twitter.

Pada Juli, Twitter memperbarui aturannya terhadap konten yang mengandung kebencian untuk memasukkan tweet apa pun yang tidak manusiawi berdasarkan agama.

Twitter sudah menghapus tweet dengan ancaman berdasarkan ras, etnis, afiliasi agama, dan banyak lagi, tetapi pembaruan Juli menetapkan standar yang lebih tepat untuk konten kebencian berdasarkan agama.

Komentar Anda
Baca Juga :  Gelar Edu Summit 2019, Microsoft Lakukan Transformasi Pendidikan