Pandemi, Google Ubah Prediksi Kondisi Lalu Lintas di Mapsnya

Telegraf – Google menjelaskan dalam unggahan blog bagaimana pandemi virus corona (Covid-19) telah mengubah cara Google Maps bekerja.

Dilansir dari CNBC, Sabtu(05/09/2020), selama 13 tahun terakhir, Google Maps melakukan prediksi terkait kondisi berkendara dengan memerhitungkan lalu lintas, data terkini kondisi maupun pola historis di wilayah tersebut.

Google memberikan perkiraan waktu tiba di tujuan saat seorang pengguna mengakses Google Maps berdasarkan kombinasi data lalu lintas secara live serta pola data historis kondisi lalu lintas. Komposisi tersebut berhasil memberikan perkiraan akurat sebesar 97 persen bagi pengguna Google Maps di seluruh dunia.

Namun, dengan kondisi pandemi Covid-19, perkiraan tersebut mengalami perubahan drastis. Pada masa sebelum pandemi virus corona, ketika seseorang menggunakan Google Maps untuk berkendara atau mengemudi, Google akan melakukan prediksi berdasarkan kondisi cuaca, kemungkinan adanya kecelakaan serta kondisi jalan di rute yang ditempuh.

Tapi, pada masa pandemi Covid-19 saat ini, Google menemukan kepadatan lalu lintas global menurun hingga 50 persen, setelah diterapkan kebijakan lockdown (penguncian) pada awal tahun ini, hingga membuat metode itu tidak lagi akurat.

Sejak Covid-19 merebak, Google menyatakan mereka tidak lagi memrioritaskan data lalu lintas lawas dan mengubah model prediksi dengan mengutamakan pola lalu lintas berdasarkan dua hingga empat pekan sebelumnya.

Hal ini membuat Google Maps masih bisa diandalkan untuk melakukan prediksi kondisi lalu lintas serta rute yang akan ditempuh. Dan, demi menambah akurasi tersebut, Google juga mengandeng Deep Mind yang membuat prediksi waktu tiba semakin bisa diandalkan.

Baca Juga :  Tak Hanya TikTok dan WeChat, Aplikasi Cina Lainnya Kini Dalam Bidikan AS