Protokol New Normal, GoTix Buat Program Pembatasan Pengunjung Wisata

Teletech – Menyusul mulai dibukanya akses menuju destiasi wisata di beberapa daerah, pergerakan kurva pengunjung wisata semakin meningkat. Penerapan protokol new normal yang diwajibkan sebagai syarat beroperasinya kembali atraksi wisata nyatanya menjadi tantangan pengelola.

Melihat hal ini, GoTix berkolaborasi dengan Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) mengenalkan inovasi GoTix Super Partner. Inovasi ini digunakan untuk mendorong penerapan standarisasi kebersihan oleh pengelola destinasi wisata, khususnya atraksi.

Tubagus Utama, Head of LOKET menjelaskan bahwa dengan GoTix Super Partner pengelola destinasi dan atraksi wisata setidaknya dapat memenuhi tiga syarat utama wisata di masa new normal. Di antaranya pembatasan jumlah pengunjung hanya 50% dari kapasitas, memenuhi standar kebersihan, dan adanya sosialisasi kebiasaan baru di destinasi wisata.

“Program ini menjadi cara pelaku industri pariwisata untuk beradaptasi dengan kondisi kebiasaan baru. Langkah ini juga digunakan untuk kembali mengundang pengunjung untuk mulai berwisata dengan jaminan kesehatan, kebersihan, dan keamaan,” kata Tubagus.

Melalui program ini, GoTix mendorong pelaku industri pariwisata untuk menerapkan sistem reservasi kepada pengunjungnya. Dengan demikian, mereka bisa mengontrol jumlah pengunjung dalam waktu tertentu menggunakan fitur managemen kapasitas. Sementara itu, MASATA berperan sebagai edukator yang secara langsung mengedukasi pelaku industri dan pengunjung pariwisata mengenai kebiasaan baru pasca pandemi.

“Kolaborasi ini hadir untuk membangun kembali industri pariwisata yang sempat mati suri saat pandemi. Kami tentu mengharapkan kontribusi semua pihak, termasuk pengunjung agar bisa ikut mengadaptasi,” kata Panca R. Sarungu, Ketua Umum Masyarakat Sadar Wisata.

Untuk memperkenalkan programnya ini, GoTix menawarkan promosi destinasi dan atraksi wisata dalam bentuk eksposur di platform GoTix kepada mitra yang tergabung dalam GoTix Super Partner. Selain itu, destinasi dan atraksi pariwisata ini juga akan menerima tanda Hygiene Protocol Applied yang menandakan bahwa destinasi atau atraksi wisata tersebut sudah menjalankan prinsip cleanliness, healthy, safety, and environmental sustainability (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Baca Juga :  Berdayakan Warung Tradisional, Kudo Bertransformasi Jadi GrabKios