By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Teletech
  • Technopedia
  • Cyber
  • Aplikasi
  • Komputer
  • | Redaksi
  • | Kontak
Sabtu, 11 April 2026
  • AI
  • Gadget
  • Gaming
  • Startup
  • Hardware
  • Software
  • Review
Telegraf
TeletechTeletech
Font ResizerAa
Cari
  • AI
  • Gadget
  • Gaming
  • Startup
  • Hardware
  • Software
  • Review

Trending →

AI Google Kalah Saing Dengan Remote Working

Oleh : Tele Tekno Senin, 19 Agustus 2024 | 09:39 WIB

Aplikasi Yang Bisa Uji Kemampuan AI di Laptop dan Smartphone

Oleh : Tele Tekno Senin, 19 Agustus 2024 | 09:46 WIB

Capcom Hidupkan Kembali Game Dead Rising Dengan Grafis 4K

Oleh : Tele Tekno Senin, 19 Agustus 2024 | 09:44 WIB

Perusahaan induk TikTok luncurkan Jimeng AI

Oleh : Tele Tekno Senin, 19 Agustus 2024 | 09:23 WIB

Google luncurkan Imagen 3

Oleh : Tele Tekno Senin, 19 Agustus 2024 | 09:22 WIB
Copyright © 2024 Teletech. KBI Media. All Rights Reserved.
Technopedia

Binance lanjutkan layanan di India setelah tujuh bulan terhenti

Tele Tekno
Tele Tekno Diterbitkan : Jumat, 16 Agustus 2024 | 17:41 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Bagikan

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Bursa mata uang kripto terbesar di dunia, Binance telah melanjutkan operasinya untuk pengguna di India setelah tujuh bulan terhenti akibat larangan dari otoritas setempat karena dianggap beroperasi “secara ilegal” di negara tersebut.

Dikutip dari TechCrunch, Kamis, bursa ini mengumumkan bahwa mereka telah terdaftar sebagai entitas pelapor di Unit Intelijen Keuangan India (FIU), sebuah lembaga pemerintah yang bertugas mengawasi transaksi keuangan.

India memblokir hampir selusin layanan bursa kripto asing, termasuk Binance, Kraken, Kucoin, dan Mexc, pada akhir tahun lalu atas rekomendasi FIU. FIU menyatakan bahwa bursa-bursa luar negeri perlu mendaftar secara lokal untuk mematuhi kerangka kerja anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme di negara tersebut.

Langkah FIU ini dilakukan setelah sejumlah bursa kripto lokal mengeluhkan kepada Kementerian Keuangan India bahwa mereka kehilangan bisnis akibat persaingan dengan bursa kripto asing yang tidak mematuhi aturan.

Situs web dan aplikasi seluler Binance kini telah kembali beroperasi di India. Binance mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kepatuhan terhadap otoritas India ini menandai tonggak regulasi ke-19 bagi perusahaan tersebut.

Baca juga: Liquid Dukung Binance dengan Solusi eKYC di Jepang

Baca juga: Binance hormati dan berkolaborasi dengan regulator di seluruh dunia

“Pendaftaran kami dengan FIU-IND merupakan pencapaian penting dalam perjalanan Binance,” kata CEO Binance Richard Teng dalam sebuah pernyataan.

“Memahami vitalitas dan potensi pasar VDA (Virtual Digital Assets) di India, Richard mengatakan keselarasan dengan regulasi India memungkinkan pihaknya untuk menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pengguna di India.

“Merupakan suatu kehormatan untuk memperluas jangkauan platform canggih kami ke pasar yang berkembang pesat ini, mendukung evolusi VDA di India,” ujarnya.

Baca Juga :  Kisah para kreator konten kenalkan budaya Indonesia di platform TikTok

Meskipun India memiliki status penting sebagai negara tujuan bagi raksasa teknologi global, pasar mata uang kriptonya masih relatif kurang berkembang.

Selama lima tahun terakhir, Reserve Bank of India telah memberikan tekanan signifikan kepada bank-bank untuk menjauhkan diri dari perusahaan kripto, sementara penerapan kebijakan pajak yang ketat oleh pemerintah secara signifikan telah mengurangi antusiasme lokal terhadap aset digital.

Coinbase menghentikan pendaftaran pelanggan dari India pada tahun 2023 setelah menghadapi apa yang digambarkan sebagai tekanan informal dari bank sentral India.

Hambatan-hambatan regulasi dan fiskal ini secara efektif telah menghambat pertumbuhan ekosistem kripto di India.

Peretasan baru-baru ini di WazirX, sebuah bursa lokal yang merupakan mitra Binance yang terpisah, di mana hampir setengah dari cadangannya hilang, menjadi pukulan signifikan lainnya bagi upaya pengusaha lokal untuk mendorong lingkungan regulasi yang lebih ramah kripto di negara tersebut.

Baca juga: Binance umumkan konversi dana pemulihan dari BUSD ke kripto

Baca juga: Binance dukung investasi pada bursa mata uang kripto Korea Selatan

Baca juga: CEO Indodax imbau trader tetap tenang respon kasus Binance

Penerjemah: Fathur Rochman
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024

[ad_2]

Source link

Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

Artikel Terbaru

AI Google Kalah Saing Dengan Remote Working
AI
Aplikasi Yang Bisa Uji Kemampuan AI di Laptop dan Smartphone
AI
Capcom Hidupkan Kembali Game Dead Rising Dengan Grafis 4K
Gaming
Perusahaan induk TikTok luncurkan Jimeng AI
Technopedia
Google luncurkan Imagen 3
Gadget
- Iklan -

Lainnya Dari Teletech ↷

India berhasil produksi chip AI buatan sendiri

Senin, 19 Agustus 2024 | 09:21 WIB

Menkominfo gaungkan perjuangan berantas judi online di HUT ke-79 RI

Sabtu, 17 Agustus 2024 | 13:55 WIB

Festival Merah Putih dukung gaya hidup di hunian vertikal

Sabtu, 17 Agustus 2024 | 13:04 WIB

Menkominfo: Ayo sambut IKN dengan penuh bangga dan rasa syukur

Sabtu, 17 Agustus 2024 | 12:53 WIB
  • Technopedia
  • Cyber
  • Aplikasi
  • Komputer
  • | Redaksi
  • | Kontak

Teletech kanal micro site update berita teknologi terkini part of Telegraf Kawat Berita Indonesia.

Teletech
  • AI
  • Gadget
  • Gaming
  • Startup
  • Hardware
  • Software
  • Review
Teletech

Copyright © 2025 Teletech. KBI Media. All Rights Reserved.