Teletech

Technology News Feed

Cara Tokopedia lakukan pembaharuan website dan aplikasi




Dalam START Summit Extension, Tokopedia menjelaskan bagaimana proses melakukan pembaruan fitur pada website dan aplikasi mereka.

Tokopedia secara berkala melakukan pembaruan pada aplikasi dan website-nya untuk memenuhi kebutuhan terbaru setiap pengguna. Dalam START Summit Extension yang diadakan Mei lalu, Elly Susilowati, Test Engineer Lead untuk Tokopedia iOS dan Fanny Budiman, Test Engineer Lead untuk Website Tokopedia menjelaskan proses di balik pembaruan yang terjadi di aplikasi dan website mereka.

Mengusung judul “How Engineering Productivity Optimizes Tokopedia Web and App Releases”, Elly dan Fanny menjelaskan proses pembaruan untuk aplikasi dan website berbeda. Pada website, terdapat 3 langkah yang perlu dilakukan, sementara tahapan di aplikasi lebih banyak, yakni 5 tahap.

Proses pembaruan website Tokopedia

Fanny menjelaskan, proses pembaruan untuk website Tokopedia terdiri dari 3 tahapan, yaitu Staging, Beta dan Production. Pada tahap pertama, test engineer mengecek seluruh perubahan yang sudah diaplikasikan dengan baik website. Semua pembaruan tersebut akan disatukan dan kembali dites ulang pada tahap Beta.

Tahapan ini merupakan pengecekan yang dilakukan semua stakeholder dan lebih menyeluruh. Salah satu elemen yang dicek adalah User Interface (UI). Pada titik ini, Bugs masih akan ditemukan dan segera diperbaiki sebelum beralih ke tahapan yang selanjutnya. 

Production adalah tahapan terakhir, yakni pengunggahan pembaruan kepada pengguna. Pada tahap ini, pengguna sudah dapat menerima pembaruan.

“Semua hal harus runtut mengikuti proses rilis agar apa yang dinikmati oleh user adalah yang paling baik,” jelas Fanny.

Proses pembaruan aplikasi Tokopedia

Seperti disebutkan di atas, terdapat 5 tahap dalam pembaruan aplikasi, yaitu Development Week, Release Train Closed, Bug Bash, Hotfix, Regression, dan Submission. Elly menjelaskan, seluruh proses ini hanya dilakukan dalam waktu satu minggu, mengikuti pembaharuan yang dilakukan setiap satu minggu sekali.

Para engineer akan melakukan testing, perbaikan bugs, dan serta mempersiapkan pembaharuan selanjutnya pada Development Week. selanjutnya, daftar pembaruan akan dibawa ke proses Release Train Closed.

Tahapan ini melibatkan para stakeholder, yang akan berdiskusi mengenai fitur yang bisa dirilis pada minggu tersebut, dengan mempertimbangkan nilai kesiapan fitur.

Setelah daftar pembaruan diputuskan, fase selanjutnya adalah Bug Bash. Test Engineer maupun Product Owner akan mengecek ulang untuk kembali menilai kesiapan dan kelayakan fitur. Misalnya, mengecek apakah pembaruan  mendukung semua resolusi, baik untuk tampilan iPad, iPhone, dan lain sebagainya.

Lebih lanjut, semua bugs yang ditemukan akan diperbaiki pada fase Hotfix selama satu hari. Baru kemudian, pengecekan kembali semua kesiapan fitur secara keseluruhan dilakukan paling terakhir, atau disebut Regression.

Menurut Elly dan Fanny, proses pembaruan tidak sampai di situ. Yang paling penting, mereka perlu memantau pembaruan ketika sudah diterima oleh pengguna. Para engineer akan melakukan Monitoring dan Alerting pada pembaharuan yang sudah dilakukan sehingga apabila ada masalah tak terduga, semua tim dapat langsung diinformasikan dan cepat mengambil tindakan.





Source link