Connect with us

Hi, what are you looking for?

Situs fintech Gandeng Tangan. Tempo/Tony Hartawan
Situs fintech Gandeng Tangan. Tempo/Tony Hartawan
Situs fintech Gandeng Tangan. Tempo/Tony Hartawan

FINTECH

GandengTangan Resmi Kantongi Izin Usaha Dari OJK


Teletech – GandengTangan, crowdlending dibawah naungan PT Kreasi Anak Indonesia berhasil mengantongi izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Dengan adanya surat tanda berizin ini, kami berharap ini dapat menjadi langkah awal dalam membuka peluang kerjasama yang lebih luas dengan institusi lainnya untuk menjangkau pelaku UMKM yang belum terlayani,” kata Jezzie Setiawan, CEO GandengTangan

Secara bisnis, GandengTangan yang beroperasi sejak 2015, menurut Jezzie, mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Hingga September 2021, GandengTangan telah membantu 2.193 pelaku UMKM yang tersebar di 10 provinsi. Saat ini, total penyaluran pinjaman melalui platform mencapai Rp 34,6 miliar yang berasal dari 1.327 pendana.

Agus Wicaksono, Direktur PT Bahana Artha Ventura, salah satu investor GandengTangan mengatakan, izin usaha dari OJK ini memantapkan rencana GandengTangan untuk memperluas jaringan.

“Izin usaha yang diperoleh GandengTangan dari OJK merupakan langkah awal dari rencana sinergi Bahana Artha Ventura (BAV) yang memiliki jaringan tersebar di seluruh Indonesia. Digitalisasi proses pembiayaan melalui GandengTangan akan memperluas jangkauan layanan UMKM di seluruh Indonesia, dengan tetap memperhatikan faktor risiko yang menyertainya,” tutur Agus.

Dalam satu tahun ke depan, GandengTangan akan menambah kerja sama dengan lembaga keuangan lokal dan meningkatkan inovasi teknologi agar memudahkan pengguna GandengTangan. Saat ini pun, GandengTangan tengah menjalin kolaborasi dengan salah satu BUMN untuk memberikan layanan pembiayaan ke pelaku UMKM yang belum bisa mengakses bank secara langsung.

Setelah mendapat perizinan, inisiatif-inisiatif berdampak sosial akan lebih banyak hadir dari start-up penerima penghargaan DBS Foundation: Social Enterprise Grant Programme tahun 2018 ini terutama sebagai platform yang terlibat langsung dengan UMKM.

Social Enterprise Grant Programme merupakan program dana hibah tahunan yang dijalankan oleh Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation. Program ini merupakan wujud nyata salah satu pilar sustainability Bank DBS Indonesia, yaitu Creating Social Impact dalam membantu tumbuh kembang wirausaha sosial di Indonesia.

Advertisement. Scroll to continue reading.
Baca Juga:  Gandeng Kemenkop UKM dan BKPM, Tokopedia Fasilitasi UMKM Daftarkan NIB

“Kami senang setiap kali mendapat kabar dari para UMKM peminjam yang kini usahanya sudah mulai berkembang perlahan. Kabar baik ini memicu kami untuk terus berinovasi agar bisa membantu lebih banyak UMKM,” ungkap Jezzie Setiawan.

1 Comment

Advertisement
Advertisement
Advertisement

STARTUP

Teletech – UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, terutama di sektor usaha mikro yang banyak menyerap tenaga kerja. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah...

STARTUP

Teletech – Tokopedia kembali menunjukkan dukungannya terhadap pertumbuhan dan perkembangan para pelaku usaha lokal di Indonesia di platform digital. Bersama dengan Kementerian Koperasi dan...

FINTECH

Teletech – Perusahaan startup invoicing B2B, Paper.id, mengumumkan peluncuran produk  Buy Now, Pay Later (BNPL) yang ditujukan untuk usaha kecil dan menengah melalui fitur...

Advertisement
close