Teletech

Technology News Feed

Kembali Hadir di Playstation Store, Cyberpunk 2077 Tetap Bawa Masalah


[ad_1]

Sempat menjadi game paling diantisipasi kehadirannya, Cyberpunk 2077 justru berakhir jadi judul yang ditinggalkan. Beragam bugs di dalam permainan membuat game ini menuai banyak protes dari kalangan gamer maupun kritikus. Meski CD Projekt Red (CDPR) sebagai developer berusaha melakukan perbaikan, nyatanya game ini tetap sulit kembali diterima. Bahkan Sony Interactive Entertainment sempat ‘membuang’ game ini dari katalog Playstation Store.

Kini enam bulan sejak namanya hilang dari Playstation Store. Sony akhirnya membawa kembali Cyberpunk 2077 masuk dalam katalog penjualan mereka. Gamer konsol Playstation 4, PS4 Pro, maupun PS5 sudah dapat meminang game ini untuk dibeli. Dengan korting harga yang cukup lumayan, dari sebelumnya US$69.99 menjadi US$49.99. Turunnya harga tersebut boleh jadi sebab faktor usia game yang sudah cukup lama, dan urusan bugs yang ternyata belum sepenuhnya usai.

Yap, urusan bugs dan isu permainan sepertinya belum digarap serius oleh CDPR. Hal itu terutama akan ditemui pada konsol Playstation 4. Dan itu disampaikan sendiri oleh sang developer dalam pernyataan di Twitter resmi mereka. Di sisi lain, perbaikan masalah maupun upgrade dalam gameuntuk konsol PS4 Pro dan PS5 baru dapat dirasakan lepas pertengahan tahun 2021 nanti.

Tentu saja kenyataan ini membuat banyak orang mengernyitkan dahi. Sebuah game yang sempat hype sejak Keanu Reeves hadir mempresentasikannya di ajang E3 2019. Malah muncul menjadi objek lelucon yang tiada habisnya hingga kini. Menghadirkan pro dan kontra dari gamer, bahwa masih ada harapan yang bisa ditunggu dari game ini. Mungkinkah?

Baca juga: Update Sistem Playstation 5, Sony Harapkan Feedback dari Para Gamer

Menanti Update Mayor Cyberpunk 2077 Selanjutnya

cyberpunk 2077
Patch 1.2 memberikan update mayor pertama dengan daftar perbaikan yang panjang.

Cyberpunk 2077 sempat digadang-gadang jadi game AAA sukses selanjutnya dari CDPR. Harapan itu bisa dimaklumi sebab CDPR pernah sukses besar lewat seri game The Witcher. Game RPG yang begitu digandrungi berkat kekuatan karakter dan cerita yang solid. Sampai-sampai dibuatkan serinya di Netflix. Ditambah kemunculan Keanu yang wajahnya dijadikan tokoh protagonis Johnny Silverhand dalam Cyberpunk 2077. Sisanya hanya jadi cerita yang sama-sama kita tahu.

Setelah rilis di pasaran dan ditemukan banyak masalah. CDPR sempat memberikan beberapa sesi update untuk game ini sejak awal bulan rilisnya di Desember 2020. Sampai update mayor terakhir diberikan lewat patch 1.2 di bulan Maret 2021 kemarin.Untuk update terakhir itu sampai membutuhkan memori penyimpanan hingga 30 GB. Bayangkan, saking banyaknya perbaikan hingga perlu memori besar untuk membawanya.

Seterusnya update minor masih terus dilakukan CDPR pada game ini. Dengan perkiraan update mayor selanjutnya (patch 1.3) akan dilakukan pada semester ke-2 tahun 2021 seperti yang disampaikan di atas. Terutama untuk meningkatkan pengalaman bermain para gamer di konsol next-gen. Sebuah usaha yang perlu diapresiasi serta membawa harapan bahwa game ini akan jadi lebih baik seiring waktu.

Menariknya meski Cyberpunk 2077 memiliki beragam respon cinta dan benci dari para gamer. Namun di saat yang sama, angka apresiasi penilaian untuk game ini relatif tinggi. Metacritics memberi angka 86%, Opencritics 76%, dan IGN bahkan mencapai angka 9/10. Artinya masih ada orang yang melihat potensi dari game ini. Tapi hadirnya bugs dan ragam isu lainnya telah merusak kesenangan di dalamnya.



[ad_2]

Source link