Teletech

Technology News Feed

Pakai aplikasi bajakan, 3 juta komputer terkena malware




Para peneliti keamanan menemukan sebuah malware baru yang menghinggapi aplikasi bajakan dimana dapat mengambil data dari komputer korban.

Penggunaan aplikasi bajakan masih banyak dilakukan oleh para pengguna teknologi di seluruh dunia. Ada banyak alasan mengapa pengguna memilih untuk menggunakan aplikasi bajakan, salah satunya adalah dikarenakan harga aplikasi original yang cukup mahal.

Tapi, penggunaan aplikasi bajakan bisa dibilang sebagai aksi pencurian. Selain itu, banyak alasan lain mengapa kita tidak diperbolehkan menggunakan aplikasi bajakan, salah satunya adalah dikarenakan banyak malware dan virus yang menunggu menghinggapi perangkat kesayangan kita.

Baru-baru ini, para peneliti keamanan di NordLocker menemukan sebuah fakta yang sangat mencengangkan. Mereka mengatakan, saat ini ada sebuah malware baru yang menghinggapi jutaan PC di seluruh dunia.

Dia mengatakan, sebuah malware baru dikabarkan telah menginfeksi sekitar 3,2 juta komputer di seluruh dunia. Penyebaran ini telah terjadi selama dua tahun terakhir ini tanpa terdeteksi hingga beberapa waktu lalu.

Ubergizmo (11/6) melaporkan bahwa malware ini menghinggapi beberapa gim dan aplikasi seperti Adobe Photoshop. Imbasnya, malware ini sudah mencuri mencuri sekitar 1,2 terabyte informasi pribadi dari komputer yang terinfeksi.

Malware ini menyerang file dari folder Desktop dan Download, file gambar, file Word, file teks, dan banyak lagi. Dan dikarenakan tidak terkenal, aplikasi antivirus belum secara efektif mendeteksi malware tersebut.

Hal yang lebih parah lagi, malware tersebut juga berhasil mengaktifkan situs web korban dan mengambil foto mereka tanpa sepengetahuan mereka. NordLocker sejak itu telah melaporkan malware ini dan keberadaan database yang berisi informasi tersebut ke US-CERT.

Bagian alamat email dari database juga telah diunggah ke Have I Been Pwned, jadi jika Anda bertanya-tanya apakah komputer Anda mungkin salah satu dari yang disusupi, Anda dapat mengunjungi situs web tersebut dan memeriksanya.





Source link