Turbin Uap Karya Anak Bangsa Berhasil Lulus Uji Coba

Turbin Uap Karya Anak Bangsa Berhasil Lulus Uji Coba

Teletech –  Industri manufaktur merupakan salah satu kontributor terbesar bagi laju pertumbuhan perekonomian suatu bangsa. Pemerintah pun terus berupaya meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), dalam pembangunan saat ini. Salah satu karya inovasi anak bangsa yang kali ini tengah diuji BPPT melalui Pusat Teknologi Industri Permesinan, bersama mitra industri PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP) adalah purwarupa atau prototype turbin uap.

Direktur Pusat Teknologi Industri Permesinan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi PTIP BPPT, Barman Tambunan menjelaskan, usai pengujian turbin uap tersebut, pihaknya melalui metode reverse engineering, telah mampu mengembangkan standar desain dan purwarupa turbin uap lainnya.

“Turbin ini hasil inovasi anak bangsa. Kami sudah mulai dari prototipe turbin uap backpressure 450 HP dan turbin uap backpressure 2 MW yang telah diterapkan di Pabrik Gula Asembagoes PTPN XI, turbin uap condensing 3 MW yang telah diterapkan di PLTP Kamojang,” ungkap Barman di Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/11/2018).

Lebih lanjut seperti diutarakan Barman bahwa sejauh ini BPPT telah menggandeng industri lokal, dengan harapan teknologi turbin uap ini dapat langsung digunakan oleh industri tersebut. “Diharapkan industri dalam negeri dapat memanfaatkan turbin uap ini, sehingga benar dapat merasakan manfaat. Indonesia pun telah memiliki turbin karya anak bangsa. Dari pemanfaatan ini barulah dapat terjadi peningkatan TKDN,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Program Turbin Uap BPPT Rudias Harmadi menjelaskan bahwa turbin uap inovasi dalam negeri ini telah melewati serangkaian pengujian. “Inovasi turbin kerja sama BPPT dan NTP ini telah diuji sesuai standar. Mulai dari uji material, uji NDT, uji hidrostatik, uji rotor balancing, uji trip device, dan pengujian individual lainya,” ujarnya.

Baca Juga:   Damri Gaet Telkom Rilis E-Ticketing System Untuk Bandara Soetta

Tim BPPT dan PT NTP, urai Rudias, telah menyelesaikan pengujian di pabrikan (steam turbine factory test) yang meliputi uji sub sistem mekanik untuk sistem pelumasannya, selanjutnya uji sub sistem elektrik untuk sistem governoor dan sistem instrumentasinya pada turbin uap backpressure 4 MW. “Tahapan pengujian ini sebagai langkah untuk mengetahui kualitas dan keandalan produk sebelum implementasi di industri. Rencananya akan ditempatkan di pabrik gula untuk uji coba,” paparnya.

Sementara, menurut Taryadi dari PT Nusantara Turbin dan Propulsi, pihaknya telah mampu memproduksi turbin uap yang layak uji dan beberapa produknya juga telah diimplementasikan di industri. “Sebagai pelaku industri, harapan besar ke depan diperlukan suatu kebijakan pemerintah pada industri nasional dalam memberikan projek-projek strategis, regulasi serta standar yang melindungi dan berpihak pada industri manufaktur nasional agar industri manufaktur khususnya turbin uap bisa tumbuh,” terangnya.

Sebagai informasi, program pengembangan turbin uap ini tidak hanya kerja sama antara BPPT dan PT NTP, akan tetapi mengarah pada pembentukan kluster industri turbin uap nasional yang melibatkan beberapa akademisi seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia dan Polban serta beberapa BUMN industri strategis seperti PT Barata Indonesia, PT Pindad, dan beberapa industri pendukung lainnya.

BPPT dalam hal ini di bidang inovasi dan penerapan teknologi, unjuk peran dalam membangun kemampuan industri manufaktur dalam negeri. Hal ini dilakukan agar daya saing industri nasional dapat tumbuh, serta teknologi mampu dikuasai oleh bangsa sendiri, yang berujung pada peningkatan aspek TKDN.